Sejak kapan kamu jadi hal yang penting di hidupku, berkeliaran sepanjang waktu dipikiranku seolah ngga ada capeknya, bahkan aku rasa kamu udah bikin tenda dipikiranku.

Ngga mau pergi.

Waktu memang hebat.

Apa yang dulu tidak penting bisa berubah menjadi paling berharga.

Sedangkan apa yang dulu penting bisa menjadi terabaikan tanpa disadari.

 

Waktu 4 bulan belakangan ini mendadak kamu menjadi sesuatu yang mengisi rongga-rongga memori dalam otakku. Mengikutiku terus seperti zombie.

Bisa jadi bulan depan aku harus berjuang lebih kuat untuk melupakan dan membuang tendamu dari pikiranku.

Atau bisa jadi malah kebalikannya..

Tapi sudahlah, itu masih lama. Yang aku bicarakan adalah sekarang saat ini, tentang apa yang kurasakan dalam hatiku. Mengapa sekarang contreng biru di whatsapp yang belum direspon menjadi hal yang penting, membuat hari-hariku seperti berjalan dipadang gurun.

Aku jadi membenci diriku sendiri.

Aku kangen dengan diriku sebelum 4 bulan lalu saat contreng biru di whatsapp yang belum direspon tidaklah berarti apa-apa dalam hidupku.

Seandainya manusia bisa mengintip tentang apa yang akan terjadi beberapa waktu kedepan sepertinya segala sesuatu akan jauh lebih mudah.

Tentang apa yang akan terjadi antara kita. Hhmm… bahkan aku sendiri tidak berani mengatakan kita. Bisa jadi perjalanan ini hanya akan tetap menjadi aku dan kamu, dan tidak akan pernah menjadi kita.

Tuhan lebih tau..

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY